
Siswa-siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Merangin, Jambi, berinovasi dengan memanfaatkan limbah dapur untuk membuat pupuk organik cair. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari proyek pembelajaran prakarya dan kewirausahaan yang berlangsung pada 28 Agustus 2025. Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan pentingnya mendaur ulang sampah organik, khususnya kulit buah dan sisa sayuran, agar menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Dalam proses pembuatannya, siswa mengumpulkan kulit buah seperti pisang, pepaya, dan jeruk, lalu mencampurnya dengan air dan sedikit gula sebagai bahan fermentasi. Campuran tersebut kemudian disimpan dalam wadah tertutup selama 7 hingga 14 hari hingga terbentuk pupuk cair yang siap digunakan. Proses ini tidak hanya sederhana, tetapi juga melatih ketekunan dan kerja sama antar siswa.
Kepala MTsN 6 Merangin, M. Zhaharil Fikri, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan para siswa. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan pembelajaran praktis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap kelestarian alam. "Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan. Ini tidak hanya sebagai pembelajaran praktis, tetapi juga mendidik mereka menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian alam," ujarnya.
Pupuk organik cair hasil karya siswa nantinya akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah. Selain itu, sebagian pupuk juga akan dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kontribusi sosial dari para siswa dan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik dan mendorong penerapan prinsip ramah lingkungan di masyarakat sekitar.
Penulis MTsN 6 Merangin
|
75x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...